Perhutani Divre Janten Bersama Stakeholder Perkuat Sinergi Siaga Karhutla

Keamanan Tanggal: 2026 - 07 - 24 126 views Penulis: Nadya Pratiwi
Perhutani Divre Janten Bersama Stakeholder Perkuat Sinergi Siaga Karhutla
PERHUTANI, MAJALENGKA (22/07/2026) | Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Barat dan Banten bersama stakeholder melaksanakan kegiatan Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dalam rangka menghadapi musim kemarau di wilayah Jawa Barat pada Rabu (22/07).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Perhutani Divisi Regional Jawa Barat dan Banten, Yudha Suswardhanto, didampingi Wakil Kepala Perhutani Divisi Regional Jawa Barat dan Banten, Agus Yulianto, beserta jajaran. Turut hadir Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Dodit Ardian Pancapana, beserta jajaran, perwakilan BPDAS Cimanuk Citanduy, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, personel Polisi Kehutanan (Polhut) Perhutani dan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta stakeholder lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Yudha Suswardhanto menyampaikan bahwa Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Barat dan Banten telah melakukan berbagai langkah kesiapsiagaan dalam menghadapi musim kemarau dan mengantisipasi potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Perhutani menyiagakan sebanyak 180 personel serta armada dan peralatan pendukung penanggulangan kebakaran hutan dan lahan yang akan ditempatkan di sejumlah wilayah rawan karhutla.

Yudha menegaskan bahwa kesiapsiagaan dan pencegahan merupakan langkah penting dalam menghadapi potensi karhutla, terutama selama musim kemarau. Untuk itu, diperlukan koordinasi dan sinergi yang kuat antara Perhutani, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, masyarakat, serta stakeholder agar upaya pencegahan dan penanganan karhutla dapat dilakukan secara cepat dan efektif.

“Harapannya, dengan adanya kegiatan mitigasi dan kesiapsiagaan ini, tidak terjadi kejadian karhutla. Namun, apabila terjadi kebakaran, kami berharap dapat segera dikendalikan dan ditangani dengan cepat sehingga tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” ujar Yudha.

Sementara itu, dalam sambutannya, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Dodit Ardian Pancapana, mengungkapkan bahwa upaya menjaga kelestarian hutan dan mencegah terjadinya karhutla membutuhkan sinergi dan kolaborasi dari seluruh stakeholder. Menurutnya, pencegahan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan peran aktif pemerintah, pengelola kawasan hutan, aparat, serta masyarakat.